Assalamu alaikum Wr,Wb.
di umumkan kepada seluruh alumni peserta Dhuafa Bangkit angkatan ke 1 dan angkatan ke 2 untuk dapat mengikuti Program inkubator Bisnis, bila anda bersedia untuk mengikuti seleksi segera konfirmasikan Nama ,Alamat ,anda Via email atau Sms
email : apmp.ind@gmail.com
sms : 085793153057
Wassalam
admint
(Asosiasi pengusaha muda parahyangan)
Wednesday, February 19, 2014
Tuesday, November 26, 2013
Wednesday, November 20, 2013
KEKUATAN SAPU LIDI (Republika 20 November2013)
Mengusung Ekonomi dengan Kekuatan Sapu Lidi
Petugas Bank Indonesia menunjukkan pin Gerakan Ekonomi Syariah (GRES!) usai diluncurkan Presiden SBY di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Ahad (17/11). (Republika/Aditya Pradana Putra)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seluruh pemangku kepentingan industri syariah di Tanah Air sepakat memasuki fase baru yang terintegrasi. Pelaku industri, otoritas, hingga lembaga penunjang, bahu membahu bersinergi membangun sistem ekonomi nasional yang lebih maju.
Ketua Umum Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) Halim Alamsyah mengatakan, pada 2013 sudah saatnya pelaku ekonomi syariah bersatu untuk memperkokoh posisi dan kekuatan daya saingnya. Apalagi ini termuat dalam cetak biru perbankan syariah.
Disebutkan, pada fase 2013-2015 fokus kebijakan pengembangan perbankan syariah sudah mulai diarahkan pada integrasi. Mulai dengan sistem keuangan lain mau pun kolaborasi yang lebih luas. Sehingga sistem keuangan syariah lebih berkontribusi bagi pembangunan.
Integrasi ini, kata Halim, sangat penting untuk bisa menumbuhkan kesadaran kolektif para pemangku kepentingan agar keuangan syariah bisa menjadi gaya hidup masyarakat. "Tidak hanya perbankan tapi juga lembaga keuangan nonbank, sistem syariah yang merambah ke sektor riil, seperti hotel dan restoran," ujar Halim, dalam acara peluncuran Gerakan Ekonomi Syariah (Gres), Ahad (17/11).
Gres bisa menjadi contoh bagaimana membangun gerakan terintegrasi untuk memajukan syariah di Indonesia. Kampanye ini merupakan program yang mencakup seluruh pemangku kepentingan, dari pelaku bisnis, regulator hingga asosiasi. Gres pun dipandang sebagai batu lompatan menjadikan Indonesia sebagai pusat kemajuan keuangan syariah internasional.
Pada 2008, Bank Indonesia mencanangkan program iB Vaganza untuk sosialisasi dan edukasi masyarakat terhadap ekonomi yang meliputi kegiatan festival ekonomi syariah. Kini seluruh pemangku kepentingan sepakat melompat lebih jauh agar perekonomian syariah melaju lebih kencang.
Gres resmi diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dilakukan di 24 kota di 16 provinsi se-Indonesia. Gerakan bersama yang diluncurkan ini diharapkan bisa memunculkan ekonomi dengan kekuatan sapu lidi. Artinya, seluruh stakeholder tak lagi berjalan masing-masing, namun sudah dalam satu integrasi bersama.
Artinya, bank, asuransi, pasar modal, pembiayaan, bisnis islami, Bank Indonesia, OJK, Kementerian UKM, Kementerian Agama, Kementerian BUMN, MUI serta asosiasi usaha syariah diharapkan bisa menggarap pangsa pasar syariah dengan lebih massif. Kebersamaan yang direncanakan ini diharapkan bisa menjadi efek bola salju di antara sesama pelaku keuangan syariah sehingga kontribusinya bisa lebih meluas.
Semua program yang dilaksanakan pun diarahkan untuk bisa membangun kesadaran masyarakat agar menerapkan prinsip syariah dalam kehidupan sehari-hari.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo menambahkan, dengan banyaknya jumlah Muslim di Indonesia, sepatutnya gaung ekonomi syariah bisa terasa hingga seluruh pelosok negeri. Para pemangku kepentingan seyogyanya mendukung gerakan ini agar bisa lebih luas dirasakan oleh masyarakat.
"Dengan perencanangan ini seluruh stakeholder bisa tergerak memaksimalkan sumber daya yang ada untuk bersinergi membangun sistem ekonomi syariah yang lebih berkembang maju," ujar Agus.
Ia menambahkan, industri keuangan syariah selama ini terbukti bisa tahan terhadap krisis. Nilai-nilai syariah yang menghindarkan transaksi keuangan dari spekulasi terbukti membuat industri tetap tumbuh kuat, meski pun keuangan global sedang dalam kondisi krisis.
Saat pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini lebih lambat dari perkiraan, aset industri syariah justru melesat dengan menginjak angka 1,6 triliun dolar AS dan laju pertumbuhan 20 persen setiap tahun. Di dalam negeri, aset industri syariah tumbuh rata-rata 38 persen per tahun.
Pencapaian ini lebih tinggi ketimbang pertumbuhan perbankan nasional yang hanya 18 persen. Saat ini, sudah ada 11,7 juta rekening syariah atau sembilan persen dari porsi rekening bank yang dikelola perbankan nasional.
Di sisi lain, aset perbankan syariah baru 4,9 persen dari perbankan konvensional. Artinya, ruang masih terbuka luas dan menjadikan Gres penting dalam menciptakan industri keuangan syariah yang makin maju dan mapan.
Syariah untuk Sejuta Wirausaha Baru
Bersatunya elemen masyarakat syariah melalui Gres juga menargetkan dapat menciptakan satu juta wirausahawan baru. Misalnya, program ‘Sejuta Berdaya’ sebagai sarana pelaku industri syariah untuk memanfaatkan dana kebajikan (qardul hassan) dan dana sosial untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Sejuta Berdaya merupakan program patungan antara pelaku industri syariah yang akan diberikan kepada satu juta calon wirausaha. Sumbernya beragam, dari dana nonhalal, zakat, infaq dan sedekah. Program ini diharapkan bisa membangun ketahanan ekonomi mikro serta menjangkau masyarakat yang tidak memiliki akses sistem keuangan.
Dalam jangka waktu tiga tahun, program ini diharapkan mendapatkan dana Rp 1 triliun yang akan dibagikan kepada satu juta wirausahawan. Sebagai awal, sudah terkumpul dana Rp 65 miliar yang akan dibagikan kepada 65 ribu penerima di 11 provinsi untuk dibina menjadi pengusaha baru.
Deputi Direktur Departemen Perbankan Syariah Bank Indonesia, Nasirwan mengatakan, pemberdayaan ekonomi ini diharapkan bisa mengangkat masyarakat produktif namun belum bankable agar bisa terbantu dalam perolehan modal usaha.
Ini mengingat, ada masyarakat sangat miskin yang masih mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan primernya dan masyarakat produktif yang nonbankable. Berdasarkan prinsip syariah, masyarakat dalam golongan ini berhak untuk mendapatkan dana kebajikan.
Untuk pelaksanaannya, lembaga amil zakat akan menjalankan fungsi pengembangan masyarakat (community development) dengan memanfaatkan dana kebajikan dari pelaku industri syariah, baik perbankan mau pun nonperbankan. Kepada dua kelompok masyarakat tersebut, LAZ akan menyalurkan dana bergulir yang diperoleh dari dana kebaikan.
Kepada kelompok masyarakat paling miskin, dana akan diberikan dengan tujuan agar masyarakat ini bisa lebih mandiri. Sementara, bagi masyarakat produktif namun belum bankable, dana dipinjamkan tanpa biaya administrasi dengan harapan masyarakat yang semula nonbankable bisa memiliki akses terhadap perbankan.
Ia menjelaskan, penerima manfaat Sejuta Berdaya ini akan mendapatkan bekal, pendampingan serta pengembangan usaha. Melalui program ini diharapkan bisa mencetak wirausahawan yang profesional serta mampu membangun ekonomi bangsa.
| Reporter : Dwi Murdaningsih |
| Redaktur : Mansyur Faqih |
Monday, November 18, 2013
BERAWAL DARI MIMPI
4 Pengusaha Muda Sukses di Indonesia
Indonesia banyak memiliki pengusaha-pengusaha muda yang sukses di bidangnya. Sebagian dari mereka ada yang berasal dari keluarga yang sederhana yang berjuang sekuat tenaga menghadapi kerasnya kehidupan sampai akhirnya menjadi seorang pengusaha sukses yang memiliki penghasilan sampai ratusan juta rupiah per bulan.
Untuk menjadi seorang pengusaha tidaklah mudah, butuh ketekunan, konsistensi dan pantang menyerah dalam menekuni bisnisnya. Mereka yang berhasil adalah seseorang yang tak pernah menyerah walau dengan sekeras apapun cobaan hidup menerpa.
Berikut adalah daftar pengusaha muda sukses yang berasal dari negeri kita, Indonesia tercinta.
1. Andi Nata.
Ia adalah seorang mahasiswa dari Universitas Indonesia yang mengambil jurusan teknik Mesin. Sebuah upaya banting stir ia lakukan dengan mencoba menekuni bidang diluar yang sedang ia tekuni di kampusnya. Ia mencoba terjun di bisnis kuliner. Ia berbisnis masakan aqiqah identik dengan sate dan gulai kambing.
Walaupun ia sama sekali tidak bisa memasak namun karena kemauan kerasnya bahwa ia harus bisa sukses di bisnis kuliner waktu berjalan mengantarkan bisnisnya hingga beromzet ratusan juta rupiah per bulan. Kini masakannya sudah masuk ke Hotel Four Seasons dan tiga hotel bintang empat lainnya di Jakarta.
2. Annur Budi Utama
Orang yang biasa dipanggil mas bonbon ini pernah kuliah di UGM jurusan Teknik Industri tahun 2008, berumur 21 tahun ini adalah pemilik Deepublish Company yang ditaksir memiliki income hingga 200 juta per bulan.
Ia mengungkapkan bahwa rahasia suksesnya adalah langsung action jangan terlalu banyak teori. Dalam berbisnis memang wajib turun di lapangan bukan hanya membahas strategi secara berkepanjangan tanpa bertindak. Setiap apapun yang ditekuni haruslah fokus karena jika setengah-setengah hasilnya tidak akan maksimal. Ia melanjutkan.
3. Nurana Indah Paramita
Bermodalkan 5 juta rupiah, ia dan teman2nya di Institut Teknologi Bandung berhasil mengembangkan pembangkit listrik bernilai jutaan dolar melalui T-Files marine current turbine (turbin arus air laut T-Files).
Ia mulai menekuni pengembangan turbin dari arus air laut sejak tahun 2005. Saat itu mereka harus mengikhlaskan uang saku selama kuliah hingga terkumpul Rp 5 juta. Meski mereka belum mendapat perhatian dari pemerintah, tim tersebut terus mengembangkan teknologi turbin secara nyata.
Kini turbin T-Files nya sudah terpasang sudah terpasang di beberapa pulau di Indonesia seperti Lombok, Jawa dan Bali. Ia bahkan mampu menarik perhatian PLN hingga kontrak 1 megawatt pun akhirnya ditandatangani dan rupiah pun selalu mengalir di kantongnya.
4. Fauzan Adhima Efwandaputra
Ia adalah pengusaha muda berikutnya asal Indonesia yang berbisnis pembuatan sepatu buatan tangan atau handmade shoes. Bermarkas di Bandung ia menjalankan bisnisnya dengan menargetkan konsumen yang memiliki selera tinggi (harga mahal). Harga jual berkisar antara Rp 495.000-Rp 923.000 per pasang.
Selain memiliki toko ritel di Bandung, ia juga memasarkan sepatu buatannya itu ke berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Jakarta, dan Bali. Kini Fauzan meraup omzet Rp 50 juta setiap bulan, dengan margin keuntungan 10%-15% dari omzet.
mau wajah anda di pajang disni, tapi harus memiliki satu syarat, ya itu jadi pengusaha muda sukses, seperti mereka di atas ini, hehe, salam sukses buat semua pembaca blog ini
REPUBLIKA 21 MEI 2013
Data Kemiskinan
Fakta Kemiskinan Kontradiktif
globalmuslim.web.id
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) mengaku adanya penambahan daerah tertinggal akibat bencana alam dan pemekaran wilayah. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance Eko Listyanto menilai, penambahan daerah tertinggal kontradiktif dengan klaim pemerintah terkait penurunan jumlah penduduk miskin.
“Itu dua fakta yang kontradiktif. Di satu sisi, pemerintah bilang kemiskinan turun. Sementara, di sisi lain daerah tertinggal bertambah,” ujar Eko kepada Republika, Senin (20/5).
Kementerian PDT menyebutkan, sampai saat ini 69 kabupaten/kota telah berhasil dientaskan dari 123 kabupaten/kota. Namun, di sisi lain muncul daerah-daerah tertinggal baru sebanyak 20 hingga 25 daerah akibat adanya bencana alam dan pemekaran wilayah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2012 mencapai 28,59 juta orang. Beberapa waktu lalu, Kepala BPS Suryamin mengatakan, jumlah penduduk miskin berkurang dari survei sebelumnya yang dilakukan bulan Maret, yakni mencapai 29,13 juta orang.
Selama periode Maret-September, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0,14 juta orang dari semula 10,65 juta orang pada Maret menjadi 10,51 juta orang. Sedangkan di pedesaan, jumlahnya berkurang 0,4 juta orang dari 18,48 juta pada Maret menjadi 18,08 juta pada September.
Penghitungan oleh BPS telah menggunakan konsep penghitungan jumlah orang miskin yang sama sejak 1998. Jumlah penduduk miskin yang tercatat didasarkan pada pendapatan per kapita Rp 259.520. Angka ini meningkat dengan garis kemiskinan pada Maret sebesar Rp 248.707 atau naik sekitar 4,35 persen.
Secara total, Eko menyatakan, memang ada penurunan garis kemiskinan di sejumlah daerah. Namun, ada masalah lain berupa ketimpangan, terutama di wilayah timur Indonesia. Apabila ditilik dari porsi datanya, Eko menyebutkan, gambaran angka kemiskinan mengalami penurunan, namun tidak merata.
“Ini semakin membuktikan pembangunan yang dilakukan pemerintah berorientasi pertumbuhan, tapi kesenjangan antardaerah dengan kontribusi pertumbuhannya tinggi dengan daerah yang kontribusi pertumbuhannya rendah makin terlihat,” ujar Eko.
Di sisi lain, Eko menambahkan, kondisi yang kontradiktif itu juga membenarkan indeks ratio Gini (distribusi pendapatan) yang semakin membesar hingga kini, berada di angka 0,41. Pemerintah dinilai terlalu bangga dengan pertumbuhan ekonomi di atas enam persen. Akan tetapi, pertumbuhan yang tinggi memiliki kualitas yang rendah. n muhammad iqbal ed: eh ismail
Berita-berita lain bisa dibaca di harian Republika. Terima kasih.
“Itu dua fakta yang kontradiktif. Di satu sisi, pemerintah bilang kemiskinan turun. Sementara, di sisi lain daerah tertinggal bertambah,” ujar Eko kepada Republika, Senin (20/5).
Kementerian PDT menyebutkan, sampai saat ini 69 kabupaten/kota telah berhasil dientaskan dari 123 kabupaten/kota. Namun, di sisi lain muncul daerah-daerah tertinggal baru sebanyak 20 hingga 25 daerah akibat adanya bencana alam dan pemekaran wilayah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2012 mencapai 28,59 juta orang. Beberapa waktu lalu, Kepala BPS Suryamin mengatakan, jumlah penduduk miskin berkurang dari survei sebelumnya yang dilakukan bulan Maret, yakni mencapai 29,13 juta orang.
Selama periode Maret-September, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0,14 juta orang dari semula 10,65 juta orang pada Maret menjadi 10,51 juta orang. Sedangkan di pedesaan, jumlahnya berkurang 0,4 juta orang dari 18,48 juta pada Maret menjadi 18,08 juta pada September.
Penghitungan oleh BPS telah menggunakan konsep penghitungan jumlah orang miskin yang sama sejak 1998. Jumlah penduduk miskin yang tercatat didasarkan pada pendapatan per kapita Rp 259.520. Angka ini meningkat dengan garis kemiskinan pada Maret sebesar Rp 248.707 atau naik sekitar 4,35 persen.
Secara total, Eko menyatakan, memang ada penurunan garis kemiskinan di sejumlah daerah. Namun, ada masalah lain berupa ketimpangan, terutama di wilayah timur Indonesia. Apabila ditilik dari porsi datanya, Eko menyebutkan, gambaran angka kemiskinan mengalami penurunan, namun tidak merata.
“Ini semakin membuktikan pembangunan yang dilakukan pemerintah berorientasi pertumbuhan, tapi kesenjangan antardaerah dengan kontribusi pertumbuhannya tinggi dengan daerah yang kontribusi pertumbuhannya rendah makin terlihat,” ujar Eko.
Di sisi lain, Eko menambahkan, kondisi yang kontradiktif itu juga membenarkan indeks ratio Gini (distribusi pendapatan) yang semakin membesar hingga kini, berada di angka 0,41. Pemerintah dinilai terlalu bangga dengan pertumbuhan ekonomi di atas enam persen. Akan tetapi, pertumbuhan yang tinggi memiliki kualitas yang rendah. n muhammad iqbal ed: eh ismail
Berita-berita lain bisa dibaca di harian Republika. Terima kasih.
Redaktur : Zaky Al Hamzah
Wednesday, November 13, 2013
REPUBLIKA 29 JUNI 2013
Membangkitkan 'Si Miskin' dengan Dhuafa Bangkit
presstv
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masalah kemiskinan di Indonesia hingga kini dinilai masih belum kunjung usai. Sehingga dituntut adanya terobosan untuk membangkitkan kaum dhuafa melalui program-program yang bersifat pemberdayaan secara berkelanjutan.
"Saat ini penting menggulirkan program Dhuafa Bangkit yang diharapkan menjadi salah satu formula menstimulan para dhuafa agar dapat hidup menjadi wirausaha, mandiri, sejahtera. Bahkan bisa membantu saudara dhuafa lainnya," kata Direktur Yayasan Mizan Amanah Andrianto, Sabtu (29/6).
Menurut Adrianto, program ini merupakan pemberdayaan dan pelatihan bertujuan memberikan peluang kepada dhuafa yang mempunyai motivasi untuk berubah. Yaitu dengan memberikan bantuan stimulan. Baik berupa motivasi, pengarahan, permodalan bergulir, ataupun pembimbingan (coaching).
"Dengan begitu dapat menghasilkan entrepreneur yang mandiri serta dapat menjadi motor penggerak ekonomi. Baik bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan negara," ujar Adrianto.
Tahun ini, lanjutnya, program Dhuafa Bangkit memasuki angkatan kedua. Terjaring lebih dari 100 orang calon peserta yang siap mengikuti pelatihan entrepreuner.
"Dhuafa Bangkit merupakan bagian bagian dari visi Mizan Amanah untuk mencetak seribu pengusaha mandiri 2020," tegas Adrianto.
Program ini diawali dengan pelurusan kembali pola pikir, pemberian keilmuan, bimbingan, dan pemberian modal bergulir. Dikelola secara sistemik yang dipandu oleh para praktisi di bidangnya.
"Kami bekerjasama dengan APMP (Asosiasi Pengusaha Muda Parahyangan) sebagai lembaga coach para pengusaha yang akan berupaya membangkitkan potensi dari para dhuafa, memperoleh kesuksesan dengan nilai-nilai luhur," tambah Adrianto.
Mengutip data BPS per Maret 2011, terdapat 30,02 juta orang penduduk miskin. Atau 12,49 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Pengangguran terbuka juga mencapai 8,32 juta orang atau 7,14 persen dari 116,53 juta orang angkatan kerja.
Data tersebut belum termasuk masyarakat di atas garis kemiskinan (near poor) yang diperkirakan 29,38 juta orang. "Mentalitas 'si miskin' sering dituding tidak punya cita-cita, tidak mau berubah, pasrah. Jangankan memiliki rencana masa depan atau cita-cita, bermimpi saja tidak berani, seolah-olah telah mencap dirinya telah ditakdirkan untuk miskin," ujar Adrianto.
| Redaktur : Mansyur Faqih |
| Sumber : Antara |
Thursday, October 31, 2013
INFO TRAINING
assalamu alaikum Wr.Wb.
Kabar gembira !!!
di beritahukan kepada seluruh Anggota APMP (Asosiasi Pengusaha Muda Parahyangan ) bahwa Reguler Class Training di buka kembali mulai Tanggal 3/11/2013 bertempat di kantor baru APMP
Komplek Armed Jl.meriem 102 Sangkuriang -kota cimahi
Segera daftarkan diri anda pada hari/jam kerja pukul 09.00 s/d 17.00
atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih
wassalam
admin
Sunday, October 20, 2013
SEMINAR SEHARI
SEMINAR SEHARI : (HOW TO BE DEBT FREE)
SEGERA BEBASKAN DIRI ANDA
DARI LILITAN HUTANG
Temukan jawabannya : tgl 27 Oktober 2013 dari jam
8:00 s/d 16:00
bertempat di PLEASANT HILL :
jL kolonel masturi KM 2 Lembang Bandung Barat
informasi : 022-6650811 / 022-61477799
pendaftaran online : aspempri.blogspot.com
Friday, October 18, 2013
Friday, May 10, 2013
Pengumuman
Assalamualaikum Wr Wb
kami dari APMP menyelenggarakan PROGRAM DIKLAT CLASS REGULER Dengan Quota terbatas, Pada :
Hari / Tanggal : senin, 13 Mei 2013
waktu : jam 16.00 s/d 18.00 wib
Tempat : Kantor APMP
Bagi Bapak / Ibu yang sudah mendaftar untuk segera Registrasi ulang via sms , ketik reg_nama_class reguler kirim ke 087722517888
Pendaftaran kami tunggu maksimal sampai dengan tanggal 11 mei 2013 s/d jam 15.00 wib
sekian dan terima kasih.
wassalammualaikum wr. wb.
Ttd
General Affairs Division
kami dari APMP menyelenggarakan PROGRAM DIKLAT CLASS REGULER Dengan Quota terbatas, Pada :
Hari / Tanggal : senin, 13 Mei 2013
waktu : jam 16.00 s/d 18.00 wib
Tempat : Kantor APMP
Bagi Bapak / Ibu yang sudah mendaftar untuk segera Registrasi ulang via sms , ketik reg_nama_class reguler kirim ke 087722517888
Pendaftaran kami tunggu maksimal sampai dengan tanggal 11 mei 2013 s/d jam 15.00 wib
sekian dan terima kasih.
wassalammualaikum wr. wb.
Ttd
General Affairs Division
Subscribe to:
Posts (Atom)




